Press "Enter" to skip to content

3 Tips Mengajukan KPR Subsidi Agar Cepat Disetujui Oleh Bank

Lagi cari-cari rumah subsidi? Lagi proses kpr dibank? pengen kpr kamu cepat diapprove? berikut beberapa tips mengajukan KPR subsidi agar cepat disetujui bank.

KPR Subsidi

Dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan perumahan subsidi terus mengalami peningkatan. Hal ini tidak lepas dari dorongan pemerintah pusat dalam bentuk program sejuta rumah setiap tahunnya.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat memiliki rumah sendiri. Bentuk program berupa skema pembiayaan yang ringan, bantuan uang muka, dan kemudahan regulasi terkait perumahan rakyat.

Salah satu skema  pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat adalah KPR subsidi FLPP.

Nah, disini beberapa kemudahan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dalam skema pembiayaan KPR Subsidi FLPP :

Suku bunga rendah

Suku bunga KPR Rumah yang ditawarkan adalah 5 % per tahun fix sampai dengan lunas. Berlaku sama diseluruh bank penyalur KPR Subsidi. Hal ini yang membuat angsuran KPR menjadi ringan.

Jangka waktu fleksibel

Jangka waktu sampai dengan 20 tahun, dapat disesuaikan dengan kemampuan kamu dalam mengangsur KPR setiap bulan.

Bebas Premi Asuransi

Asuransi Jiwa & Kebakaran ditanggung oleh pemerintah. jadi kamu sebagai debitur akan terlindungi selama jangka waktu kredit.

Uang Muka Ringan

Pembiayaan dari bank hingga 95 % dan ditambah bantuan SBUM.

Bebas PPN

Untuk mendapatkan fasilitas diatas, kamu harus sudah punya pilihan perumahan bersubsidi yang akan dibeli.

Baca juga : Tips Memilih Rumah Subsidi

kpr Subsidi 2020

Bank Penyalur FLPP

Untuk perbankan, Ada 37 bank pelaksana yang ditunjuk oleh pemerintah dalam menyalurkan KPR Rumah Subsidi FLPP ditahun 2020 ini. yaitu :

Bank Nasional:
KPR BTN
KPR BTN Syariah
KPR BNI
KPR BRI Syariah
Bank Artha Graha
KPR BRI
KPR Mandiri
KPR BNI Syariah
Bank BRI Agro
Bank KEB Hana

Bank Pembangunan Daerah:
Bank BJB
Bank Sumut
Bank Sumut Syariah
Bank Jambi
Bank Jambi Syariah
Bank Kalbar
Bank NTB Syariah
Bank BJB Syariah
Bank Sulselbar
Bank Sulselbar Syariah
Bank Sumsel Babel
Bank Sumselbabel Syariah
Bank Jatim
Bank Jatim Syariah
Bank Aceh Syariah
Bank Papua
Bank Nagari
Bank Nagari Syariah
Bank NTT
Bank Kalsel
Bank Kalsel Syariah
Bank Riau Kepri
Bank Riau Kepri Syariah
Bank Sulteng
Bank Jateng
Bank Jateng Syariah
Bank Kaltimtara

Nah, biasanya pihak developer yang berkerjasama dengan perbankan diatas. Kamu akan diarahkan ke salah satu bank untuk kemudian diproses kelayakan  untuk mendapatkan Kredit Pemilikan subsidi dari pemerintah.

Tanyakan ke developer mengenai apa saja yang harus dipersiapkan untuk melengkapi persyaratan pengajuan KPR.

Persiapan Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah

Sebelum lanjut ke proses bank, ada beberapa hal yang mungkin harus kamu ingat-ingat lagi agar pengajuan kamu dapat berjalan lancar, yaitu :

  1. Usia minimal 21 tahun.
  2. Pastikan kamu belum pernah memiliki pinjaman jenis KPR atau KUR.
  3. Pastikan kamu tidak memiliki angsuran kredit menunggak  / macet di bank, leasing, dan lembaga keuangan lainnya.
  4. Untuk perhitungan KPR, Bank biasanya akan membatasi  total angsuran calon debitur  tidak melebihi  40 % s.d 50% dari total penghasilan sebulan.

Misalkan penghasilan per bulan adalah Rp 5.000.000,-, maka total angsuran calon debitur nantinya kedepan ditambah angsuran KPR tidak boleh melebihi Rp 2.000.000,-

Jika total angsuran kamu melebihi 40 %, upayakan untuk melunasi sebagian atau seluruh pinjaman jika memungkinkan, dan lampirkan copy bukti pelunasan di dokumen pengajuan KPR.

Jika dalam tahap ini tidak ada kendala, maka kamu dapat mempersiapkan dokumen pengajuan KPR.

Dokumen Persyaratan KPR

Copy Dokumen Pribadi

  1. KTP Suami Istri
  2. NPWP
  3. Kartu Keluarga
  4. Akta / Buku Nikah
  5. Surat keterangan Belum Menikah dari Kelurahan (bagi yang belum / tidak menikah)

Copy Dokumen Penghasilan 

Karyawan

  1. SK Pegawai atau Surat Keterangan Kerja
  2. Slip Gaji 3 bulan terakhir atau Surat Keterangan Penghasilan
  3. Rekening tabungan gaji 3 bulan terakhir.
  4. Jika kamu ada tambahan tunjangan diluar slip gaji, maka lampirkan dengan surat keterangan tambahan dari bagian keuangan.

Wirausaha

  1. Surat Keterangan Izin Usaha dari Kelurahan / Kepala Desa
  2. Rekening tabungan usaha 3 bulan terakhir.
  3. Copy bukti transaksi Usaha 3 bulan terakhir (Catatan usaha, Pembukuan, nota penjualan / pembelian)

Formulir Wajib

  1. Surat Keterangan Tidak Memiliki Rumah dari Kelurahan / Kepala Desa
  2. Surat Keterangan Penghasilan dari tempat bekerja
  3. Surat Permohonan Pengajuan KPR
  4. Formulir-formulir  Permohonan SBUM

Formulir-formulir ini disediakan oleh bank / developer. Isilah masing-masing formulir dengan tulisan yang rapi, mudah terbaca, dan sesuai dengan data E-KTP kamu.

Dokumen Tambahan

  1. Foto Lokasi bekerja atau Usaha, Foto Kamu ditempat Kerja / Usaha.
  2. Denah Lokasi tempat bekerja atau usaha

Dokumen tambahan ini sebenarnya tidak diwajibkan di beberapa bank, namun semua bank akan sangat terbantu dalam  mendapatkan gambaran mengenai calon debitur, sehingga pihak bank akan cepat mengambil keputusan.

Wawancara Bank

Jika tidak ada permasalahan terkait screening awal dan dokumen pengajuan kredit,   bank biasanya akan menjadwalkan wawancara kepada calon debitur. Tujuannya untuk mengkonfirmasi mengenai data pengajuan debitur dalam mengajukan KPR.

Berikut beberapa tips wawancara  agar :

  1. Datanglah tepat waktu sesuai dengan yang dijadwalkan.
  2. Bank telah memiliki data SLIK OJK terkait kewajiban pinjaman kamu ditempat lain, jawablah dengan jujur setiap pertanyaan terkait.
  3. Nyatakan komitmen kamu untuk serius memiliki rumah dan akan selalu memprioritaskan pembayaran pinjaman secara tepat waktu.
  4. Hindari cerita keluhan terkait usaha atau pekerjaan kamu. Bank ingin melihat optimisme kamu.
  5. Bank biasanya akan melakukan konfirmasi ke tempat kamu bekerja atau ke tempat usaha kamu. Jangan lupa selalu bersikap kooperatif dalam melengkapi informasi yang dibutuhkan bank.

Tambahan Jika pengajuan KPR subsidi kamu disetujui bank.

  1. Jangan lupa untuk meminta salinan Perjanjian Kredit dan copy sertifikat rumah kamu setelah akad kredit. Biasanya kedua dokumen tersebut  akan diproses terlebih dahulu oleh notaris. Dokumen ini akan menjadi bukti kepemilikan aset kamu selama masih dalam tahap kredit di bank.
  2. Jangan lupa tanyakan detail mengenai asuransi jiwa & kebakaran. Tanyakan bagaimana mekanisme klaimnya, syarat-syarat yang harus disiapkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  3. Simpan kontak petugas bank yang mengelola kredit pemilikan rumah kamu agar jika sewaktu waktu terjadi masalah terkait KPR maka kamu bisa secepatnya melakukan konfirmasi.
  4. Nah, kalau  kamu masih memiliki dana lebih untuk angsuran setiap bulannya, sangat disarankan jika kamu juga membuka produk tabungan jangka panjang.

Jadi sambil mengangsur KPR  sekaligus menabung. Sehingga pada saat KPR kamu lunas 10 atau 15 tahun kedepan, kamu tidak hanya ngambil sertifikat dibank, tapi juga punya aset tabungan cash.

Percaya atau tidak, ngangsur KPR selama 10 tahun itu tidak terasa lho. Sayang kalau gak dibarengin nabung DPLK.

Untuk produknya disarankan produk tabungan pensiun DPLK. Ingat ya ini tabungan pensiun, bukan asuransi atau unit link. Angsurannya bisa mulai dari Rp 50.000,- saja.

Jadi misalkan angsuran KPR kamu per bulan Rp 1.060.000,- maka anggap saja angsuran KPR kamu nambah Rp 50.000,- sehingga menjadi Rp 1.110.000,- per bulan. Jadi dalam jangka waktu KPR selama 10 atau 15 tahun, kamu juga ikut nabung selama jangka waktu tersebut.

Untuk lebih jelasnya tema ini akan kita bahas di tulisan berikutnya ya.

Comments are closed.